Belajar Berbisnis Online & Trading Online di Internet

Tempat Belajar Bisnis Online di Internet Bagi Karyawan

Urus Pajak STNK di Samsat Cibinong

Posted by Aji Monoarfa pada April 4, 2009

Beberapa waktu lalu saya mengurus pembayaran pajak kendaraan yang telah berakhir sejak November 2008 lalu. Pastinya ke denda dong… Disini saya ingin bercerita tentang sebuah pengalaman yang menarik dalam setiap langkah saya dalam pengurusan pembayaran pajak dari mulai masuk lapangan parkir hingga keluar bukti pembayaran pajaknya.

Saat tiba di lapangan parkir saya coba proaktif langsung masuk ke bagian cek fisik. *Cek Fisik adalah proses identifikasi no rangka kendaraan dengan menggosokan lembaran lakban diatas no rangka kendaraan yang kemudian ditempelkan pada formulir cek fisik*. Petugas yang juga merangkap sebagai tukang parkir langsung bertanya :

“Mau urus apa pak…?” Tanya petugas cek fisik

“Bayar pajak kendaraan“ Jawab saya singkat.

Kemudian petugas melakukan cek fisik. Ketika saya membayar uang jasa (Rp.5.000) atas pemeriksaan yang dilakukannya, petugas tersebut meminta 1 lembar copy STNK yang katanya untuk arsip.

ARSIP…? Bingung saya….sumpah bingung…!!! Dan saya hanya menjawab “nanti saja ya pak…” sambil berlalu melihat lembaran copy STNK yang ditaruh menumpuk dalam salah satu kotak di kanan bawah, tempatnya seperti kotak-kotak penitipan tas.

Kalau buat arsip kenapa juga ditaruh tidak teratur dan dibiarkan menumpuk.

Kemudian saya ke loket untuk mengambil formulir. Saat antri.. seorang ibu menawarkan map untuk digunakan dalam proses pengurusan pembayaran pajak.

“Seribu Pak..!!!” Si ibu memberi harga.

Karena sudah paham langsung saja “Satu saja bu” Jawab saya.

Lalu si Ibu bertanya…”Mau urus apa pak..?”.

“Bayar pajak STNK” Jawab saya

“Sudah foto copy dokumennya pak..?” si ibu mengingatkan

“Copy dokumen apa…?” Tanya saya

BPKB dan STNK nya…, tempatnya disana” Jawab lagi si ibu sambil menunjuk sebuah lokasi.

Akhirnya saya pergi kesana untuk foto copy BPKB dan STNK. Sempat antri selama kurang lebih 15 menit karena ramai sekali. Tau ga berapa harga foto copy per lembarnya…?

Rp.1.000,-. Foto copy termahal di Indonesia, bahkan mungkin di dunia untuk 1 lembarnya. Bisa kebayangkan berapa uang yang masuk hanya dari foto copy saja di Kantor Samsat Cibinong ini.

Setelah selesai foto copy, saya ambil formulir sambil memberikan map dan dokumen fotocopy tadi. Kemudian petugas diloket ini *petugas dari kantor pajak* memberikan formulir sambil mengatakan “ada kartu identitas yang aslinya pak untuk dilampirkan dalam map ini. Foto copy-nya bapak pegang saja”.

Kaget saya… loh kok foto copy-nya tidak dipakai. Hm… dalam hati saya bilang “kenapa juga tadi saya percaya sama si ibu yang jual map tadi, ya sudah lah ..”

Kemudian ke loket berikutnya untuk ambil nomor urut. Kali ini petugasnya adalah seorang polisi yang berdiri dibalik meja *seperti meja mimbar jum’atan* dengan sebuah alat pencetak nomor antrian diatasnya. Saat saya menyerahkan semua dokumen yang telah diperiksa oleh petugas pertama *petugas dari kantor pajak*, Pak Polisi ini meminta saya melengkapi formulirnya dan setelah saya lengkapi dia menuliskan nomor antrian memberikan paraf pada formulir kemudian meminta saya untuk ke loket berikutnya untuk menyerahkan semua dokumen.*Job Desc. nya singkat dan padat, dilengkapi dengan alat cetak pula*

Diloket ini biasanya transaksi percaloan terjadi. Padahal jelas-jelas dibagian atas pintu masuk ada spanduk yang menghimbau agar kita tidak menggunakan calo. Ketika saya berada diloket ini, saya ditanya oleh petugas yang sedang berdiri menunggu pembayar pajak berikutnya. “Mau diurus sendiri atau dibantu pak…?” tanyanya dengan suara yang pelan. Hehehe.. biar ga kedengeran orang disebelahnya *pak polisi yang lagi periksa dokumen*. Dalam hati saya.. kan ga mungkin kalau saya tidak dibantu, masa saya harus masuk kedalam loket itu untuk periksa sendiri.

Lalu saya jawab “Ya.. dibantu dong pak”.

“50.000an saja pak” jawab si petugas.

Tiba-tiba otak saya langsung mencerna jawabannya sebagai permintaan uang jasa atas bantuan yang akan diberikan. Saya langsung jawab “Kalau begitu saya urus sendiri saja pak”, setelah itu si petugas menyerahkan kembali mapnya dan meminta saya untuk ke Pak Polisi yang ada disebelahnya.

Saat menyerahkan ke Pak Polisi tidak ada basa basi lagi, langsung diterima mapnya dan diberikan potongan formulir sebagai bukti untuk pengambilan diloket berikutnya. Sepertinya Pak Polisi ini sudah paham sekali, kalau map sampai ke dia langsung dari pembayar pajak, berarti memang si pembayar pajak ingin “urus sendiri”.

Karena rumah orang tua saya tidak begitu jauh dari Kantor Samsat, saya tinggal dulu prosesnya dan baru kembali jam 11.30an. Saat tiba sudah sepi dan langsung saya datang ke loket kasir untuk membayar tanpa pakai antri. Cuma petugas kasirnya saja yang komplain “dari mana saja pak.. dari tadi dipanggil-panggil”. “Maaf pak ga kedengaran” jawab saya hehehee.. Setelah bayar dan langsung proses cetak… dan map saya ditaruh diloket terakhir yang penyerahannya oleh polisi.

Diloket ini saya langsung kasih potongan formulirnya sambil menunjuk map yang ada dimeja dibagian belakang yang tadi ditaruh oleh petugas loket kasir *kedua loket ini saling bersebelahan dan ada bagian kaca yang bolong untuk lalu lintas map*. “ Dengan cara seperti ini saya terhindar dari menunggu yang terlalu lama dalam proses pembayaran pajak.

Moral pengalaman saya ini adalah :

1. Siapkan fotocopy dokumen yang diperlukan, termasuk map, pulpen bahkan kalau perlu stepler. *karena pernah saya pinjam pulpen ke pak polisi yang akan melayani saya, tidak diberikan dengan alasan mau dipakai dan dia menyuruh saya ke koperasi sambil menunjuk satu lokasi . Hal itu ternyata gara-gara saya tidak mau “dibantu” dalam pengurusan ini. Untuk pengalaman yang satu ini saya benar-benar mengurut dada sambil menarik nafas di depan petugas itu*.

2. Pelajari persyaratan dokumen yang harus dilengkapi

3. Tanyakan secara jelas hanya kepada petugas resmi

4. Siapkan mental untuk menghadapi setiap petugas yang ada, karena energi yang keluar cukup besar untuk memahami setiap proses yang ada.

3 Tanggapan to “Urus Pajak STNK di Samsat Cibinong”

  1. Salam kelompong, salam persahabatan. Saya salut dengan weblog ini. Tulisannya kalau dibaca dan diresapi sangat berbobot dan penting untuk diperhatikan. Lanjutkan terus, semoga Anda sukses, bung…

  2. @Tukang Koran

    Terimakasih atas kunjungannya.

  3. M. Idris said

    cibinong ini brubahnya setengah hati, padahal di samsat samsat yang lain pelayanannya jauh sangat memuaskan dan simple. mental polisi cibinong calo dan korup ga inget agama ya pak pol? Makanya cibinong ini ga maju maju, kalah sama kota-kota di jawa, ga ada greget pembangunan, pasarnya kumuh, tatakotanya ndeso, aparatnya korup tapi so alim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: