Belajar Berbisnis Online & Trading Online di Internet

Tempat Belajar Bisnis Online di Internet Bagi Karyawan

Logika Balita Cerdas Ku

Posted by Aji Monoarfa pada Januari 4, 2009

Saat liburan panjang akhir tahun 2008 lalu, kami sekeluarga berkumpul di rumah Ibu saya di pinggiran kawasan Sentul, tepat di desa Nanggewer (ga ada di peta sih…) tapi udarannya segar.. jalanan bebas macet … view menuju rumah Ibu saya ini adalah pemandangan bukit sentul. Disana sudah ada kakak-kakak saya yang juga liburan panjang bersama keluarganya. Jadi rumah Ibu saya full house.. sampai-sampai untuk yang laki-laki tiduran di ruang tamu. hehehe.. maklum kamarnya cuma ada 3 saja.

Kumpul dengan keluarga besar memang menyenangkan … khususnya untuk anak saya, Sasikirana Syifa Monoarfa (Syifa), yang saat ini berumur 2 tahun 10 bulan (beratnya sekitar 20 Kgan..). Karena bisa bermain sepuasya dengan sepupunya yang lain. Ada hal yang menarik dari anak saya yang satu ini, kemampuan untuk berpikir dengan logikanya sangat cepat berkembang meskipun paling muda di sekolahnya. Semoga tetap menjadi Balita Cerdas.

Jadi ceritanya begini :

Saat itu Balita Cerdas – Syifa ini sedang bermain dengan sepupu-sepupunya, diantaranya Abang Azhiri (3,5 tahun), Adik Salsa (2,5 tahun), Kakak Tasya (6 tahunan), Abang Ical (3,5 tahun) dan Tante Ari (Uminya Abang Azhiri dan Adik Salsa). Dialog yang terjadi adalah antara Tante Ari, Abang Azhiri dan Balita Cerdas – Syifa dan Saya sendiri.

Abang Azhiri baru saja mendapatkan hadiah sebuah mainan pistol-pistolan dari Omanya yang baru pulang dari Mekkah Al Mukaromah. Seperti balita-balita yang lain, selalu ingin memainkan mainan yang baru saja dilihatnya apalagi itu milik abangnya atau saudaranya. Nah.. Adik Salsa mau pinjam tapi tidak dikasih sama Abang Azhiri, mungkin karena Abang Azhiri baru saja dikasih dan secara emosional belum merasa memiliki mainan itu (belum puas memainkannya). Akhirnya Uminya nasihati Abang Azhiri, begini inti dialognya :

Umi            : “Abang .. kasih pinjam mainannya ke Adik Salsa ya….!!?”

Azhiri        : “Ga mau..” sambil merengek

Umi            : “Abang… kalau punya mainan harus mau berbagi dengan saudaranya. Nanti .. kalau Abang tidak mau berbagi … tidak ada yang mau nemenin Abang loh…. Kalau Umi dan Abi kerja…, kan.. Abang mainnya sama Adik Salsa, saudara Abang sendiri.  Kalau ….. disini Abang mainnya sama saudara-saudara yang lain. Ada Adik Syifa, Abang Ical dan Kakak Tasya. Jadi sama saudara harus sama-sama dan mau berbagi ya..!!!??”

Azhiri        : “Iya.. tapi Abang mainin dulu….” jawabnya sambil cemberut…🙂

Ternyata..dialog Umi dengan Abang Azhiri diatas didengarkan oleh Balita Cerdas – Syifa, yang juga sebelumnya sempat mau pinjam mainan sama Abang Azhiri, tapi bernasib sama dengan Adik Salsa… tidak dikasih pinjam juga. Tiba- tiba Balita Cerdas – Syifa bilang kepada saya.

Balita Cerdas – Syifa : “yah.. ayah.., Syifa kan.. saudara sama Abang Azhiri dan Adi Salsa ya….?”

Saya                                    : “Iya.., kita semua saudara, saudara syifa itu.. banyak” (saya sebutkan satu persatu)

Balita Cerdas – Syifa : “Abang Azhiri saudara Syifa, Salsa saudara Syifa, Kakak Tasya saudara Syifa, Abang Ical juga saudara syifa..” Balita Cerdas – Syifa menjelaskan satu persatu sambil menatap wajah saya

Saya                                     : “Iya… sayang, saudara syifa banyak kan… Jadi Syifa juga kalau punya mainan harus berbagi ya…”

Balita Cerdas – Syifa menjawab hanya mengangguk saja, sambil memperhatikan mainan yang ada digenggaman Abang Azhiri.. :)  kemudian terdiam beberapa detik dan dia bicara lagi.

Balita Cerdas – Syifa : “Syifa kan… saudara Abang Azhiri… ! Syifa boleh pinjam mainannya kan..?” Sorot matanya berharap dapat konfirmasi kalau-kalau logikanya dia benar …

Saya                                      : “O… iya.. boleh dong… tapi Syifa bilangnya baik-baik sama Abang Azhiri ya…” Jawab saya sambil menahan geli ingin tertawa, karena baru paham yang apa yang menyebabkan Balita Cerdas – Syifa mengatakan hal tersebut diatas.

Sekejap saya tersadarkan bahwa apa yang baru saja Balita Cerdas – Syifa nyatakan adalah sebuah bentuk berpikir logika dengan menyatakan premis mayor dan dilanjutkan premis minornya, dimana dalam materi NLP yang saya pernah baca, bahwa pernyataan Balita Cerdas – Syifa diatas merupakan sebuah presuposisi. Pilihan katanya menembus alam bawah sadar lawan bicara untuk mengikuti atau menyetujui premis mayor di atas tanpa sadar.

Kalau saya perhatikan, banyak hal yang diluar dugaan kita dalam tumbuh kembang anak bisa membuat kita tersenyum-senyum kagum setiap saat, apalagi memiliki Balita Cerdas yang selalu memberikan inspirasi bagi orang tuanya. (Tulisan ini bisa dibilang merupakan suatu inspirasi dari Balitas Cerdas – Syifa)

Terimakasih Ya Rabbi atas semua nikmat Mu, semoga Engkau selalu melimpahi kesehatan dan kecerdasan kepada Balita Cerdas – Syifa dan juga luaskan kesabaran kepada kami berdua untuk menjalankan amanah-Mu yang besar ini. Amin… Ya .. Rabbal Alamin..

8 Tanggapan to “Logika Balita Cerdas Ku”

  1. kenuzi50 said

    Mas,aku lagi jalan-jalan nih di WP. Mampir bentaran ……
    Kumaha kulawargi di Sentul dararamang..?

    @kenuzi50
    Alhamdulillah semuanya sehat. Terimakasih atas kunjungannya.

  2. panjang euy

  3. audy said

    waow….hal2 kecil yang mungkin akan terlewatkan oleh kebanyakan orang yaaah…padahal kalo diamatin bener….justru kita yang harus banyak belajar dari anak2 kecil yaah….thanks mas..nice posting….

  4. Salam kenal. Wah mas beruntung nya, kagungan balita anu cerdas. Salam pangwanoh ti abdi🙂 (Salam kenal dari saya, eh mas/akang urang sunda bukan ?, soalnya ada komen basa sunda, jadi saya ikut-ikutan)>

  5. @nugraha/artikel-it
    Alhamdulillah.. semuanya karena berkah dari yang maha kuasa dan masa emasnya saat ASI eksklusif cukup terpenuhi hingga 4 bulanan. O.. iya maaf.. saya bukan orang sunda. hehehe…

    Mangga atuh lamun arek koment basa sunda mah.. hihihihi

    @audy
    ternyata memang kita bisa belajar juga dari anak. Karena anak juga bisa belajar cepat hanya dengan mendengar orang tuanya yang suka mengumpat. Nah supaya ga diikutin anak.. kita jangan mengumpat didepan anak. Itu juga … kita belajar untuk tidak mengumpat..paling tidak didepan anak :))

    @soulharmony
    ayo baca sampe selesai..:)

  6. kandra said

    assalammualaikum mas..
    kunjungan balik neh.. baru sempet jalan ke WP-nya.
    BTW bagus kisahnya mas, semoga tertanam di otak yang bebal ini cause masih berjuang sendirian :))
    mudah-mudahan bisa di amanahkan anak pintar seperti syifa..
    aminn

  7. […] diketahui bahwa otak pada anak umur dibawah 5 tahun memiliki perkembangan yang sangat menakjubkan, semua impuls dengan mudah diterimanya. Makanya para […]

  8. […] abis nonton sinetron unggulan salah satu TV swasta tapi kaget ungkapan diatas keluar dari mulut balita cerdas ku yang berusia 3.5 Tahun. Sambil senyum-senyum si balita cerdas ini melihat […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: