Belajar Berbisnis Online & Trading Online di Internet

Tempat Belajar Bisnis Online di Internet Bagi Karyawan

(Travel) Perjalanan Dinas ke Surabaya

Posted by Aji Monoarfa pada Oktober 25, 2008

Dalam perjalanan dinas kali, saya membantu rekan dari HR di Kantor Pusat untuk melakukan seleksi kandidat Serviceman di Politeknik Perkapalan ITS – Surabaya sekaligus mendampingi 2 rekan wanita yang rasanya kurang pas kalau mereka harus melakukan test praktek untuk merakit sebuah alat test yang jauh dari kesan feminim.

Awalnya saya tidak terlalu berharap untuk bisa berangkat dengan pertimbangan masih ada tugas lain yaitu menyelesaikan proses Manpower Plan Budget yang jatuh tempo untuk diserahkan ke Departement Finance tanggal 7 November 2008 dan berharap salah satu rekan bisa menggantikan saya, namun karena ternyata rekan saya ini sakit dan tidak masuk pada hari Kamis dan Jum’at … akhirnya dengan persiapan yang terbatas saya pun berangkat…kat…kat…

–oOo–-

Urus sana sini ….. dari Tiket, Travel Cash Advance dan beberapa pekerjaan yang masih berada di Kuadran I (Importan & Urgent), terakhir konfirmasi mengenai akomodasi. Ternyata akomodasi saya belum di “book” dan full, biasanya kalau ke Surabaya menginap di Hotel Plasa Surabaya (dulu : Radisson).

Tiket sudah confirmed, tapi akomodasi belum dapat juga……..semua kamar hotel berbintang di Surabaya sudah full book dari Hotel Hyatt, Santika, Tunjungan Plasa hingga Elmy…….. pilihan terakhir dapat di Country Heritage di jalan Nginden. Belum ada bayangan mengenai hotel ini dan sewaktu dalam perjalanan dari bandara Juanda ke Country Heritage di saya sempat ngobrol2 dengan pak supir (cari-cari informasi mengenai hotel ini). Menurut Pak Supir….tempat saya mengingap ini seperti susunan rumah tinggal layaknya sebuah villa atau paviliun…“ah.. yang penting bisa tidur dulu deh…dan berharap pelayanannya sekelas hotel berbintang..” begitu dalam hati saya berkata.

Tapi sebagai persiapan…saya coba-coba cari informasi …kali aja ada hotel berbintang yang masih punya kamar. Dari 108, saya dapat No. Telp Hotel Santika dan Elmy dan saya hubungi satu persatu…di Hotel Elmy saya minta referensi hotel yang kira-kira masih kosong….Suara lembut diujung telepon memberi alternatif ke Hotel Novotel dan sekaligus memberikan No. Teleponnya. Karena sudah sampai di Country Heritage di ini ..saya urungkan untuk mengecek ketersediaan kamar di Novotel.

Dan..saya pun Check In di Country Heritage di ini kemudian disambut oleh seorang “Room Boy” dengan kaos kuning dan celana jeans…dia menawarkan untuk membantu membawa koper (lumayan berat.. Isinya …. alat test praktek sebanyak 3 unit… sekitar 30 Kg-an). Saya tidak yakin dengan badannya yang kecil ini dia bisa bantu mengangkat koper ini, bukan karena beratnya..(kan..ada rodanya …jadi bisa ditarik) tapi dari lobby saya melihat jalan menuju kamar-kamar dibagian dalam harus melalui beberapa anak tangga…. Tapi saya biarkan “Room Boy” ini membantu saya karena saya sendiri membawa 1 ransel pakaian dan laptop.

Setelah menerima kunci kamar dari Front Office, si “Room Boy” ini jalan lebih dulu (koper ditarik) dengan tantangan pertama adalah tangga dari depan loby (sekitar 7 anak tangga)… Ah..benar aja…koper ini jauh lebih berat dari berat badannya…ditangga yang pertama ini…saya melihat dari kejauhan dia berusaha mengangkat koper ini dengan 2 tangannya pada handle samping dan sedikit dibantu dengan lututnya dengan posisi dada terbusung…, begitu dia lakukan untuk setiap anak tangga.

Lulus dari tantangan ditangga pertama, saya perhatikan “Room Boy” ini terus berjalan sedikit “goyang”… mungkin lututnya gemetar saat mengangkat di tanggal pertama tadi…. Selanjutya dia meng-guide saya menuju kamar bagian atas “Lewat sini Pak” . Wah…ini tantangan ke 2 dengan jumlah anak tangga yang lebih banyak bagi si “Room Boy”. Dari pengalamanya yang pertama dia belajar untuk mengangkat dengan cara yang lebih baik lagi….akhirnya koper saya diangkat dengan cara dipeluk menuju kamar bagian atas.

Tiba didepan pintu kamar…dengan nafas yang masih tersengal-sengal, dia tidak lagi mencocokan no. kamar yang tercantum dipintu dengan Tag yang tergantung pada anak kunci. “Klek…” anak kunci coba dimasukan dalam lubang kunci kamar…tapi tidak bisa masuk sempurna. Saat “Room Boy” ini mencoba memasukan anak kunci ini dengan sempurna..tiba-tiba pintu kamar terbuka dari dalam. O…OW……, ternyata ada tamu yang sudah menempati kamar tesebut…. “wah… kacau juga nih..petugas hotel ini” dalam hati saya berkata.

Ternyata no. kamar yang tergantung pada anak kunci itu adalah 2302 dan kamar yang dibuka adalah 2303…sedangkan posisi kamar saya ada dibawah. Nah… jadi deh.. ini tantangan yang ke 3 untuk si “Room Boy” untuk membawa turun koper saya…. Akhirnya karena merasa tidak tega…saya bawa sendiri koper tersebut menuruni tangga dan minta si “Room Boy” ini untuk membukakan pintu kamar segera.

Mungkin mata si “Room Boy” ini berkunang-kunang setelah mengangkat koper yang lebih berat dari badannya melalui beberapa anak tangga sehingga dia salah lihat no. kamar yang tertera….. hahahaha… Ini benar-benar sebuah pengalaman yang lucu dan menarik mengingap disebuah penginapan yang dikelola secara kurang profesional.

Alhamdulillah… setelah tiba dikamar saya langsung hubungi Novotel, ternyata ada 1 kamar yang tersedia untuk besok. Dan dengan segara… di pagi harinya saya langsung Check Out dari Country Heritage dan pindah ke Novotel untuk satu malam berikutnya sebelum pulang ke Jakarta.

Dan sebenarnya masih ada banyak pengalaman satu malam menginap di Country Heritage Surabaya yang membuat saya “ill-feel” saat memesan Room Service, Breakfast ( menunya secara berurutan : Soto, Nasi Putih, Nasi Goreng, Sambel Soto dan Krupuk.. ditambah ada Roti2 dan Jus di meja sebelahnya. That’s All) bahkan hingga keluar hotel dengan membawa laundry yang dimasukan dalam kantong kresek dengan logo Carefour. Padahal saya berharap mendapatkan pelayanan yang bagus karena sudah membayar Rp. 450.000 / malamnya.

“Wakakakak… hahahhaha….. kekekekekek……hihihihihihih.. hua..haha…hua…hahaha” Geli banget deh..liat 2 rekan wanita saya(Didiet dan Nanna) dan Pak Kistam yang tertawa mendengarkan cerita versi lengkapnya saat makan malam di Delta Surabaya.

*Sepenggal cerita usang sebagai sarana belajar dan memahami hidup*

4 Tanggapan to “(Travel) Perjalanan Dinas ke Surabaya”

  1. Nanna said

    Hua ha ha….
    Ajiiii…baca kisah lo ini sama persis sis sis sis ama yg lo ceritain ke kita bedua selama di Sby.
    Duuuh…koq ya sial banget. Mudah2an ga kapok bantuin kita rekrutmen lagi ya.
    Tapi ada hikmahnya juga sih, kita ga keabisan bahan obrolan karena ngebahas peristiwa2 aneh di Sby.
    Lo ga sekalian ngebahas masalah supir taksi yang “curhat”?? He he..

  2. wakakakaka…..

    Emang banyak yang aneh…waktu ke surabaya kemarin. Apalagi cerita supir taxi yang “curhat” mau bunuh diri….

    Bantuin rekrutmen…. o.. tenang aja… I’ll always available selama si bombayman setuju..hiihihii

  3. yogo voluntoro said

    Adji………………………..

    kamu ngomongin saya yah??

    emangnya saya ini mirip bombay apa?

    ayo cepat PUSH UP…………………………………………………

  4. Nanna said

    waduh ji ada bos lu tuh……

    ah paling juga orang iseng ga mungkin tuh bombayman tau internet orangnya kan tampang doang yang intelek padahal gaptek, liat aja gadgetnya wuihh kaya esmud

    eh kapan cerita dikamar hotelmu berdua mau ditulis di blog?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: