Belajar Berbisnis Online & Trading Online di Internet

Tempat Belajar Bisnis Online di Internet Bagi Karyawan

Membentuk Karakter melalui 7 Habits

Posted by Aji Monoarfa pada Juni 26, 2008

Hari Jum’at lalu (20 Juli 2008), tim Java Area Staff mengadakan outing di Kebun Raya Bogor didampingi oleh BeeBonds sebagai organizernya. Lumayan… udah lama ga keringatan…dan angkat-angkat yang berat karena didorong untuk membantu Tim Contra agar menjadi sang juara berkompetisi melawan Tim Dozer. Ada sekitar 7 games mulai dari membalikan sebuah plastik tanpa menggunakan tangan, sementara peserta berada diatasnya dan kakinya tidak boleh keluar dari plastik hingga permainan memindahkan bendera dari satu sisi ke sisi yang lain dimana salah satu anggota tim bediri diatas rakitan bambu dalam bentuk segitiga yang bertugas mengambil bendera yang ditancapkan diatas tanah, sementara anggota yang lain bekerjasama untuk memindahkan satu persatu kaki bambu yang menjadi pijakan agar dapat melangkah.

Tim Contra punya strategi dengan mengangkat bambu tersebut (beserta salah satu anggota yang berdiri diatasnya) dengan tujuan bisa lebih cepat, berhasil……namun hanya untuk satu kali putaran saja, karena tenaga terkuras habis. Strategi berikutnya akhir dengan cara menarik bambu beserta dengan “penumpang”nya seperti karapan sapi…, aha.. cara ini tidak terlalu menguras tenaga dan asiknya bisa lebih cepat. Tapi dasar memang nasib.. tetap aja kalah…:) (padahal Tim Dozer selalu mengikuti strategi yang Tim Contra buat…). But anyway.. kita semua tetap happy..dan itu jauh lebih penting…

Rangkaian kegiatan diatas merupakan agenda awal dari sebuah acara belajar staff di Divisi Java Area yang dilaksanankan pada tanggal 21 Juli 2008 di Hotel Salak Bogor. Proses belajar ini merupakan satu inisiatif yang dicetuskan oleh Pak Anwar, salah satu Sales Manager di tempat saya bekerja. Dalam proses belajar ini, semua staff diminta untuk melakukan presentasi bab per bab tentang isi buku “7 Habits of Highly Effectice People” dimulai dari :

  1. Tinjauan Umum
  2. Dari dalam ke Luar
  3. Kebiasaan 1 -> Menjadi Proaktif
  4. Kebiasaan 2 -> Mulai dari Tujuan Akhir
  5. Kebiasaan 3 -> Dahulukan Yang Utama
  6. Kebiasaan 4 -> Berpikir Menang-Menang
  7. Kebiasaan 5 -> Berusahan Mengerti baru Dimengerti
  8. Kebiasaan 6 -> Wujudkan Sinergi
  9. Kebiasaan 7 -> Asahlah Gergaji

Memang buku ini sebenarnya sudah cukup lama sekali, diterbitkan tahun 1997 namun esensi buku ini tetap hidup dan sangat terasa sekali dampak perubahan (segera) didalam mental dalam setiap babnya. Saya sendiri pertama kali membacanya saat kuliah (sekitar tahun 2001) dan sensasi yang dirasakan tetap sama dari bab ke bab, namun saat itu hanya sekedar membaca saja tanpa bisa mendiskusikan atau berbagi dengan teman kuliah.

Kesempatan kali ini, merupakan kesempatan emas bagi saya untuk mengulang kembali sensasi yang dapat dirasakan melalui proses berbagi dan diskusi dengan staff bahkan di level management. Ketika semua staff diwajibkan untuk membaca dan berbagi dalam sebuah presentasi, ada hal positif baru dalam menciptakan atmosfer kerja yang lebih sehat, beberapa mengindikasikan munculnya “letupan-letupan” dari dalam diri yang lebih menginginkan sebuah efektivitas diri. Ya.. sebuah letupan awal dan sangat penting untuk menjaganya kemudian merubahnya menjadi ledakan-ledakan dahsyat untuk merubah paradigma baru yang melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.

Semoga saja proses belajar ini akan berkelanjutan dan memberikan makna yang lebih dalam tentang paradigma sebagai sebuah peta.

Lanjutan dari Kick Off di Hotel Salak akan dilanjutkan pada tanggal 11 Juli 2008 nanti di ……. (rahasia ah….) tentunya masih tetap membahas tentang bab-bab 7 habits, hanya saja digilir nah.. giliran saya adalah Bab 3 tentang Dahulukan Yang Utama. Ok.. sekarang mau cari inspirasi dulu..!!! (Foto-foto Outbound nyusul diuploadnya ya…)

8 Tanggapan to “Membentuk Karakter melalui 7 Habits”

  1. Zalukhu said

    Kirain tadi 7 Hobbit hehe🙂🙂
    Kayaknya asyik juga tuh acara Outingnya….

  2. Risyadmum said

    Ada penggemar LOR masuk, tukeran kartunya,yuk. Punya,nggak?

  3. jaka dilaga said

    ih Bang Adji kok ga ajak eke outbond seh padahal eke pengan kan digendong abang………………………….

  4. Risyadmum said

    Karena opening-nya pak Eko Pratomo kemarin, jadi inget postingan bro yang ini.

    Be Proactive, Begin with the End in Mind, Put First Thing First , Think Win/Win, Seek First to Understand Then to be Understood, Synergise dan Sharpen the Saw.

    Kalau favorit gw, Put First Thing First (maklum ibu-ibu meski udah ber-multi tasking, teteuup diantri beragam tugas), dan ‘Synergise’

    Menghargai perbedaan serta menjadikannya sebagai kekuatan. Memang kalau teamwork yang efektif itu hasilnya lebih bagus daripada kerja sendiri-sendiri. “The whole is greater than the sum of its parts”

    the 8th habbit-nya , kapan mau dibahas?


    Btw, perhatiin nggak kalau Covey menyebut komponen ‘kerendahan hati’ di The 5 inevitable laws of effective communication/5 hukum komunikasi yg efektif (disebut sbg humble-dgn 4 spirits for SOUL nya) dan di 4 komponen utama Integritas (disebut sbg humility)

    Ha..ha..ha…bro tentu tahu lah kenapa gw nyebut-nyebut yg terakhir ini, masih rese ya? udah ah, dari 7 Habbits jadi kemana-mana. Maaf ya,bro.

  5. @Risyadmum

    Penggemar covey juga toh…!!!🙂

    ====================================
    Bekerja secara tim memang bisa memberikan hasil yang lebih baik tapi anggota perlu sadar bahwa “Kekuatan sebuah tim terletak pada yang terlemah”
    ====================================

    8th habitsnya sudah baca…tapi karena ada project 7 habits..konsentrasi disini dulu aja ah…biar lebih effective.

    ====================================
    “Humility”..? Hmm… Menurut aku sih itu salah satu rahasianya dalam komunikasi, mau lisan maupun tulisan, pasti sampai juga pada sumber “Humility” itu sendiri kalau disampaikan dengan “Humility”… dengan cara lain juga sampai sih… tapi jauh lebih mengena…

    Setujukan dengans stylenya “humility”nya Wan Al kalau lagi ngajar..? Aku sih terkesan dengan bungkukan hormatnya yang sudah menjadi trade mark.

    Integritas = Walk the Talk lebih tinggi dari kejujuran. Kejujuran sebatas mengatakan apa yang dikerjakan, sedangkan integritas melakukan yang dikatakan.

    BTW… Pernah baca postingannya vier di blognya tanggal 19 Juni pas dia ultah…? Ternyata postingannya merupakan bagian dari kebiasaan kedua dari 7 habits. Yaitu berupa pernyataan misi pribadi yang berpusat pada prinsip yang dia jadikan sebagai dasar “Memulai dengan Tujuan Akhir”.

    ==========================================

    hahahaha… profile orang emang beda2. Tapi ilmunya masih tinggi…. dan memberikan manfaat

  6. Risyadmum said

    Bukan, gw penggemar Wan Al, he..he..he..
    Kata Toti rela menyebut ‘Mas’ Al, kalau perlu ‘papah’ Al saking kita ngefans😀

    Yup, setuju dengan trademark humility-nya Al yang satu itu, membungkuk hormat pada siapa pun termasuk murid plus senyum yang ikhlas dan penuh pengertian .

    ===

    Integritas, secara etimologi berasal dr bahasa latin, Integer , artinya kejujuran.

    Senin kemarin, gw sdh kirim email permintaan maaf atas parasangka negatif tentang degradasi humility si om. Sudah clear, sudah lega. Mungkin tidak penting buat dia, hanya mencoba tetap jujur supaya rekening integritas gw bisa sehat.

    “Integritas = Walk the Talk lebih tinggi dari kejujuran. Kejujuran sebatas mengatakan apa yang dikerjakan, sedangkan integritas melakukan yang dikatakan”

  7. simplyah said

    Saya juga pernah dapet training ttg ini. Sebagai tambahan dan untuk membuka pikiran coba deh baca buku2nya Paul Arden yang judulnya antaralain It’s Not How Good You Are, It’s How Good You Want To Be & Whatever You Think, Think The Opposite.
    You’ll be surprise man….it’s totaly out of the box !!
    Highly recommended🙂

  8. ekojuli said

    Seorang bijak baru-baru memberikan ilmunya kepada saya, dan semoga beliau tidak keberatan jika apa yang diucapkannya saya sharing disini.

    Begini yang dia katakan;

    * Jagalah Pikiran Anda, karena Mereka akan menjadi Kata-Kata Anda
    * Jagalah Kata-Kata Anda Karena Mereka akan menjadi Tindakan Anda
    * Jagalah Tindakan Anda, karena Mereka akan menjadi Kebiasaan Anda
    * Jagalah Kebiasaan Anda karena Mereka akan menjadi Karakter Anda

    Jadi untuk membentuk Karakter mulailah dengan Menjaga Pikiran Kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: