Belajar Berbisnis Online & Trading Online di Internet

Tempat Belajar Bisnis Online di Internet Bagi Karyawan

Bahayanya Pengaruh Sinetron

Posted by Aji Monoarfa pada Maret 31, 2008

Sebagai bagian dari penyambutan hari perfilman sinetron nasional, saya ingin menyampaikan memprotes untuk film sinetron yang makin tak mendidik dan pengaruhnya sangat besar terhadap anak-anak.

Hal ini benar-benar terjadi pada anak saya, Syifa, yang baru saja berumur 2 tahun pada bulan Februari lalu. Tanpa harus diajarkan, ketika dia melihat iklan minyak gosok cap lang, dengan fasihnya dia mengikuti kata terkahir dari iklan tersebut….”Asli lo….” Dengan nada cadelnya. Saya dan istri hanya bisa tertawa saja mendengar dan melihat hal ini, sementara wajah syifa sepertinya merasa bangga bahwa ia bisa “menebak” kata dalam iklan tersebut.

Nah… yang membuat saya wanti-wanti kepada pengasuh Syifa adalah ketika ada salah satu sinetron di SCTV yang bercerita tentang sikap dan perilaku anak sekolah yang tidak seharusnya sehingga orang tua anak tersebut dipanggil kesekolah. Dan terjadi dialog antara anak dan ibu nya setelah kembali dari sekolah. Dengan nada keras sedikit berteriak anak yang baru berusia sekitar 6 – 7 tahun tersebut menjelaskan kepada ibunya tentang alasan kenapa ia tidak mau bercerita kepada ibunya.

Tau apa yang terjadi….? ternyata Syifa yang sedang melihat dan mendengarkan sinetron itu, juga ikut berteriak mencoba mengikuti kata-kata si anak di dalam sinetron tersebut. Saya yang sedang merapihkan Koran dibawah meja komputer, spontan langsung berdiri memindahkan saluran. Sambil menarik nafas saya berkata dalam hati…betapa dahsyatnya seorang anak itu meniru apa yang dilihat dan didengarnya.

Bisa dibayangkan jika sinetron semacam ini ditonton oleh anak-anak seharian, saat ibu dan bapak nya bekerja….akan seperti apa nanti mereka…?

7 Tanggapan to “Bahayanya Pengaruh Sinetron”

  1. hanin said

    Ah. Seringkali sinetron yang disebut ‘sinetron anak-anak’ sekedar sinetron yang pemainnya anak-anak. Namun jalan ceritanya sama sekali tidak untuk anak-anak.
    Kasihan para orangtua, apalagi yang anaknya ditinggal kerja, kalo pengasuhnya terlanjur suka dengan sinetron itu… ngga kebayang deh.

    @Hanin yang Keren🙂

    Itulah makanya saya merasa perlu mendidik pengasuh anak saya dan menginformasikan betapa hal ini sangat berpengaruh kepada anak, alhamdulillah dia bisa memahaminya. Cara terbaik adalah dengan mendampingi anak saat menonton dan perhatikan expresi wajahnya, sehingga kita bisa memberikan penjelasan saat yang tepat.

  2. immoz said

    iya setuju. sinetron indo bukan aja gak bener ceritanya, tapi juga gak masuk akal deh. ke sekolah naik ferarri kan agak gak masuk akal tuh. mana ceritanya juga mirip semuanya. dan yang juga saya sayangkan, idenya tidak pernah original, tidak pernah membawa suatu ide kreatif yang membawa pesan positif.

    oh ya, waktu kubaca artikel ini, kok kayaknya bagian di bawah ini (yang mana full satu artikel, diulang dua kali):

    Sebagai bagian dari penyambutan hari perfilman nasional, saya merasa perlu untuk memprotes film sinetron yang makin tak mendidik, namun pengaruhnya sangat besar terhadap anak-anak.

    Hal ini benar-benar terjadi pada anak saya, Syifa, yang baru saja berumur 2 tahun pada bulan Februari lalu. Tanpa harus diajarkan, ketika dia melihat iklan minyak gosok cap lang, dengan fasihnya dia mengikuti kata terkahir dari iklan tersebut….”Asli lo….” Dengan nada cadelnya. Saya dan istri hanya bisa tersenyum saja mendengar dan melihat hal ini, sementara wajah syifa sepertinya merasa bangga bahwa ia bisa “menebak” kata dalam iklan tersebut.

    Nah… yang membuat saya wanti-wanti kepada pengasuh Syifa adalah ketika ada salah satu sinetron di SCTV yang bercerita tentang sikap dan perilaku anak sekolah yang tidak seharusnya sehingga orang tua anak tersebut dipanggil kesekolah. Dan terjadi dialog antara anak dan ibu nya setelah kembali dari sekolah. Dengan nada keras sedikit berteriak anak yang baru berusia sekitar 6 – 7 tahun tersebut menjelaskan kepada ibunya tentang alasan kenapa ia tidak mau bercerita kepada ibunya.

    Tau apa yang terjadi….? ternyata Syifa yang sedang melihat dan mendengarkan sinetron itu, juga ikut berteriak mencoba mengikuti kata-kata si anak di dalam sinetron tersebut. Saya yang sedang merapihkan Koran dibawah meja komputer, spontan langsung berdiri memindahkan saluran. Sambil menarik nafas saya berkata dalam hati…betapa dahsyatnya seorang anak itu meniru apa yang dilihat dan didengarnya.

    Bisa dibayangkan jika sinetron semacam ini ditonton oleh anak-anak seharian, saat ibu dan bapak nya bekerja….akan seperti apa nanti mereka…?

  3. mas immoz terimakasih untuk mampir dan koreksinya

  4. beginilah bangsa indonesia, selalu disuguhkan hal-hal yang merusak moral… sayng sekali, bangsa yang besar ini jika dirusak,

    Makanya pas jam sinetron, mendingan dimatiin aja TV nya. Benar-benar berbahaya kalau anak kita tanpa sadar melihat tayangan TV yang kurang pas. Apalagi anak itu capat menyerap dengan cepat.

  5. arsyante said

    saya pernah dengar kata2 berikut

    “jika ingin menilai kepribadian sebuah bangsa lihatlah acara televisinya”

    wedew, prihatin banget gw ama stasiun tv indonesia, dimana rating adalah yang maha kuasa.

    Ganti channel default Anda ke Metrotv atau tvone (walah malah jadi promosi tv org lain)

  6. Ika Rahmawati said

    klo bikin cerita itu yang mendidik dong!!!apa pengen rusak generasi penerus bangsa???bikin program itu harus yabf edukatif, jgn hanya menguntungkan bagi diri sendiri dong!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: