Belajar Berbisnis Online & Trading Online di Internet

Tempat Belajar Bisnis Online di Internet Bagi Karyawan

Haru Biru Ayat-Ayat Cinta

Posted by Aji Monoarfa pada Maret 18, 2008

aac.jpgAha…akhirnya bisa nonton juga hari sabtu kemarin, itu juga dapat tiketnya harus ngantri lumayan panjang diantara para ABG dan ibu-ibu bahkan waktu nonton ternyata ada ibu yang sudah cukup berusia, mungkin lebih tepat kalau dipanggil nenek…

Antusiasme para penonton di ruang tunggu memang sangat terlihat jelas sekali. Saya membeli tiket sekitar jam 12.30 WIB untuk pertunjukan jam 19.15 WIB, dan sewaktu mau pilih tempat duduk bagian A sampai dengan I sudah penuh dibagian tengahnya, yang ada hanya dibagian ujung kiri dan kanan. Akhirnya terpaksa saya ambil kursi di barisan huruf J tengah, tepatnya J 14 dan J15.

Sekilas saya melihat diloket tertulis “Ayat-Ayat Cinta Jam 14.15 sudah habis”, di luar studio para pengunjung sudah menunggu memenuhi tempat duduk yang ada, beberapa ABG melantai sambil utak-atik HP dan ketawa-ketiwi dengan rekan dan juga hmmmm…mungkin beberapa dengan pacarnya kali ya…

Setelah dapat tiket akhirnya saya langsung pulang karena memang sudah cape juga, soalnya baru saja General Check – Up di RS. Mitra International dari jam 8.30 WIB sampai dengan 11.30an, tapi untungnya dapat sarapan dan makan siang jadi ga kelaparan.

Sampai rumah, setelah cuci muka dan shalat, saya sempatkan nonton film The Secret, walaupun sebenarnya ngantuk juga dan suda nonton sebagian pada malam hari sebelumnya, namun hanya sampai scene 7 dari 12 scene. Tapi karena film ini adalah film tentang bagaimana RAHASIA KETERTARIKAN sebuah kehidupan iu sebenarnya tercipta, membuat saya merasa curious dan ingin lebih memahaminya bukan sekedar tahu saja bahkan berharap bisa melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Mengenai The Secret, nanti saya akan tulis di posting berikutnya saja deh, saya ingin menulis tentang Ayat-ayat cinta saja dulu.

Sebelumnya, saya sudah baca novel fenomenal karangan Habiburahman ini walaupun baru sebagian. …hanya sampai ketika Fahri bertemu dengan Aisha dan berkenalan di kereta…setelah itu saya tidak lanjutkan lagi karena ada buku lain yang membuat saya lebih tertarik yaitu 8 Habbits nya Steven Covey. Namun, beberapa waktu kemudian sejak Ayat-ayat cinta dilaunching dalam bentuk film nya dan saya sempat mencari informasi tentang resensi cari film tersebut. Saya tidak dapatkan resensinya tapi saya menemukan blog nya Mas Hanung yang bercerita tentang film tersebut disini. Dia mengatakan bahwa ia belajar cukup banyak tentang agama islam ketika membuat film ini, latar belakang kehidupan muslim di Mesir dan juga kehidupan mahasiswa Indonesia yang kuliah di Al Azhar.

Selesai membaca blog Mas Hanung, saya bergumam dalam hati…. Bahwa sebuah pengetahuan yang kita dapatkan bisa melalui media apa saja, tidaklah harus bersifat formal bahkan mungkin seperti hidayah, bisa saja datang bukan dari kita membaca al-quran, tapi Allah SWT memberikannya melalui media lain yang tidak pernah kita kira.

Makna Ayat-Ayat Cinta

Sekitar 25 menit sebelum studio 1 dibuka, saya dan istri sudah sampai. Eh.. ketemu tetangga rumah sebelah pula, mereka menemani anaknya yang sudah ngebet sekali setelah beberapa hari lalu kehabisan tiket terus.

Kalau novelnya saja bisa dikatakan fenomenal, maka saya berpikir saya akan merasa terenyuh dengan film ini, saya membayangkan peristiwa demi peristiwa yang dilalui oleh sang pemeran utama akan dirasakan sangat indah ketika dilalui bersamaan dengan IMAN ISLAM, namun saya belum bisa menduga siapakah sebenarnya yang mejadi penyampai pesan utama mengenai indahnya IMAN ISLAM.

Ayat-Ayat Cinta merupakan film yang mengharu birukan saya, karena sempat juga meneteskan air mata. Apa yang menimpa kedua pasang mahluk tuhan ini diawal pernikahannya hampir sama dengan apa yang menimpa kakak saya dan istrinya,
Sebuah fitnah melalui SMS diterima istrinya tentang masa lalu kakak saya. Isinya memfitnah tentang perilaku sebelum menikah dengan istrinya.

Namun, saya bersyukur karena wanita yang dinikahinya adalah seorang muslimah yang selalu bertawakal kepada Allah SWT dan memiliki rasa percaya yang tinggi kepada suaminya. Sama dengan Fahri dan Aisha dalam film Ayat-Ayat Cinta, mereka juga bertemu melalui Ta’aruf. Sepertinya, pesan inilah yang ingin disampaikan oleh Mas Habiburahman dan Mas Hanung dalam Ayat-Ayat Cinta, sebuah kekuatan dari IMAN ISLAM yang kaffah. Hingga saya berpikir….HANYA dengan IMAN ISLAM saja keputusan Aisha meminta Fahri menikahi Maria bisa dilakukan, tanpa itu mustahil.

Kok jadi ngelantur ceritanya ya… Balik lagi ah….!!!

Menurut saya, hal yang paling mengharukan adalah ketika Aisha, istri Fahri mengikhlaskan (bahkan Ia sendiri yang meminta) agar Suaminya menikahi Maria yang sedang tidak sadarkan diri akibat kecelakaan. Bagaimana mungkin seorang Istri meminta Suaminya menikahi wanita lain, padahal baru saja menikah selama 2 bulan dan hebatnya lagi Aisha sedang hamil muda.

Hmmmm… Kalau ada rekan-rekan yang tau, ada wanita yang mampu melakukannya, saya ingin membaca ceritanya ya…!!! Saya ingin benar-benar melihat sosok wanita tersebut

Buat teman-teman muslim, mungkin saya keliru, tapi saya ingin menyampaikan bahwa kita dapat melakukan syiar tentang kekuatan IMAN ISLAM yang kaffah kepada mereka yang non muslim, dengan mentraktir tiket nonton Ayat-Ayat Cinta……. Atau mungkin tiket untuk para ikhwan dan akhwat agar mereka terinspirasi perilaku Fahri dan Aisha yang menjalani IMAN ISLAM yang kaffah…

Kritik

Kesan saya terhadap Ayat-Ayat Cinta adalah ingin menunjukan sebuah nilai IMAN ISLAM soerang muslim dan muslimah yang kaffah dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dan juga persoalan hidup sehari-hari.

Dua hal yang kurang berkenan dihati saya adalah sikap nurul yang tidak menunjukan sikap IMAN ISLAM seorang muslimah, ketika ia mengetahui Fahri menikahi Aisha. Nurul menangis sejadinya sambil membuka jilbabnya hingga terlihat auratnya. Yang kedua, Rambut Aisha yang dibiarkan terlihat saat ia berada di flatnya dan juga gamis yang transparan.

Kritikan ini dari sudut pandang pribadi saya, seorang penikmat hiburan Ayat-Ayat Cinta, yang berupaya menjemput HIDAYAH IMAN ISLAM yang kaffah melalui Ayat-Ayat Cinta.

Untuk Mas Habiburahman, Mas Hanung…. Tetaplah terus berkarya.

(Kata orang : Sok teu ya ….. !!!, Sotoy….lu…..!!!)
(Saya : …..DUO MAIA alias EGP….)

3 Tanggapan to “Haru Biru Ayat-Ayat Cinta”

  1. kakanda said

    Dari filmnya, kita dapat mengambil beberapa pelajaran yang tidak dapat dijadikan contoh.

    @kakanda
    Mengenai pelajaran yang terdapat pada AAC memang beberapa tidak bisa kita jadikan contoh. Saya memahami cara pandang setiap orang berbeda, tergantung latar belakang pendidikan, wawasan tentang ke islaman itu sendiri. Namun, sebisa mungkin saya melihat dari sisi positif pesan yang ingin disampaikan, film ini jauh dari sempurna dari menyampaikan pesan untuk dakwah Islam, karena memang misinya bukan itu, meskipun didampingi oleh Kang Abik dan Pimpinan Muhamadiyah.

    Semoga saja film ini sebagai pembuka jalan bagi film tentang syiar islam. Terimakasih untuk Kakanda yang mampir dan koment diblog ini. Salam Kenal

  2. verhon1cha said

    terus terang sampai sekarang saya malah belum pernah membaca novelnya ataupun menonton filmnya.Padahal saya sangat tertarik dari cerita teman-teman saya.Akan tetapi tetap saja ada hambatan untuk menonton filmnya.Kasiah banget khan?

  3. @verhon1cha

    Wah…saya sangat merekomendasikannya untuk menonton. Cukup fenomenal namun beberapa orang dan istri saya pun bilang masih lebih bagus di novelnya sih..

    Ayo segera beli tiketnya ya… dan share lagi disini dari sudut pandang verhon1cha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: