Belajar Berbisnis Online & Trading Online di Internet

Tempat Belajar Bisnis Online di Internet Bagi Karyawan

Supervisor yang terbuai

Posted by Aji Monoarfa pada Juli 5, 2007

Suatu kali seorang supervisor menyapa saya yang sedang asik cari informasi di internet mengenai penyedia layanan database tenaga kerja, “Lagi apa mas…?, kayanya sibuk nih….?” Sapanya. “Ah…biasa saja, saya sedang cari informasi tentang layanan database tenaga kerja… untuk pemenuhan kebutuhan divisi kita, khususnya posisi sales yang turn over nya sangat tinggi…, pemenuhan kebutuhan kemarin…” canda saya.

Setelah basa-basi yang akhirnya pasti basi…, sang supervisor membuka pembicaraan tentang adanya kesempatan untuk menduduki posisi manager yang ditawarkan oleh seorang kepala cabang. Wah..siapa yang bisa nolak kalau ada posisi diatasnya ditawarkan kepada kita, naluri seorang pekerja menganggap ini adalah suatu kesempatan untuk mengaktualisasikan diri lebih jauh lagi dan tantangan untuk membuktikan kemampuan memimpin bagian dari organisasi yang lebih besar, selain tentunya jenjang karir yang semakin baik.

Sebagai seorang pekerja SDM, kerennya orang HRD, Human Resource & Development. Ada lagi yang menyebutnya Hire and Resign Departement🙂 …, melihat hal ini adalah hal yang biasa terjadi dalam organisasi dan saya sangat mendorong agar sang supervisor ini bisa mendapatkan posisi ini, tentunya setelah semua pihak menyetujui. Namun, kendala yang dihadapi sang supervisor adalah atasannya tidak merestui kepindahaan ini dengan alasan masih memerlukan sang supervisor dengan segala macam alasannya dan menghibur dengan rencana akan mendevelop sang supervisor untuk posisi managerial sebagai penggantinya yang nota bene memang dalam 3 tahun kedepan akan pensiun.

Setelah diskusi cukup panjang mengenai aktivitas pekerjaan sang supervisor dan organisasinya, saya melihat bahwa sebenarnya restu atau tidak restunya seorang atasan untuk melepaskan bawahannya yang potensial ketempat lain lebih dikarenakan adanya ketergantungan seorang atasan pada bawahannya dalam melaksanakan pekerjaan, terlebih kalau pekerjaan tersebut sifatnya fire fighting. Terlepas dari peran seorang atasan untuk dapat mengusung bawahannya ke posisi yang lebih baik (menjalankan fungsi people development), ketidaksiapan atasan ini sangat beralasan untuk tidak melepasnya segera atau bahkan tidak sama sekali meskipun hal ini sangat diharapkan oleh seorang bawahan untuk mengembangkan karirnya dalam organisasi.

Mengapa hal ini terjadi…? Dan faktanya cukup banyak hal ini terjadi, apalagi kalau bawahan tersebut merupakan “orang kepercayaannya” dan tuntutan profesionalisme (rasa tanggung jawab) yang tidak menyarankan kita pindah dengan menutup mata terhadap posisi yang kita tinggalkan tanpa seorang suksesor (meskipun ini menjadi tanggung jawab atasan juga).

Dilihat dari sisi bawahan, hal ini terjadi karena seorang bawahan TERLENA dengan ritme dan suasana kerja dalam mencapai target yang ditetapkan oleh organisasi,saking asiknya dan terlenanya, kita tidak pernah berpikir sekiranya ada kesempatan atau tawaran dari pihak lain, apakah posisi kita bisa ditinggal begitu saja dan organisasi menjamin transfer knowledge bisa berjalan dengan mekanisme yang ada…?. Kalau jawabannya tidak, maka peran proaktif kita sangat besar menentukan kesempatan atas tawaran itu bisa disetujui oleh atasan dengan cara menyiapkan segala instrumen dalam bentuk knowledge management dan akan lebih baik lagi jika memiliki suksesor.

Kesimpulannya, menjadi orang yang tak tergantikan dalam organisasi juga dapat berdampak buruk dalam hal merespon kesempatan atau tawaran ke posisi lain yang lebih tinggi di dalam organisasi yang sama, selain itu kita juga tidak pernah tau kapan kesempatan atau tawaran diatas itu menghampiri kita. Yang pasti…jangan sampai kita dibangunkan dari keterlenaan oleh kesempatan atau tawaran yang tiba-tiba ada didepan mata, khususnya kesempatan atau tawaran di dalam organisasi yang sama.

Wake up guys….!!! Please share your comment or idea on how to solve this case in your organization. Feel free and this article is only a represent of my thought and release “unek-unek” that may be not suit to others, but at least could be reference to prepare anything to be better.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: