Belajar, Berbisnis, Internet, Trading

Learning & Sharing as Existence of Living

Cuti “Patah Hati”

Ditulis oleh ajimonoarfa di/pada April 11, 2008

Apakah rekan-rekan ada yang pernah mengalami patah hati dengan pasangan yang akan anda nikahi sehingga tidak bersemangat untuk melakukan aktivitas. Mungkin tulisan dibawah ini bisa menjadi inspirasi untuk mengusulkan ke perusahaan tempat anda bekerja untuk memberikan Cuti Patah Hati

“Lebih baik sakit gigi daripada sakit hati” sebuah lirik lagu yang bercerita bahwa sakit hati sangat tidak mengenakkan. Bahkan di Jepang, mereka yang mengalami sakit hati atau patah hati, diberikan kesempatan cuti atau sebutannya ‘cuti patah hati’.

Cuti ini diberikan oleh sebuah perusahaan marketing di Jepang, “Hime & Company” yang berkantor pusat di Tokyo. Pihak manajemen memberikan satu hari cuti digaji agar karyawan mereka yang sedang patah hati bisa meluapkan kesedihan mereka dan kembali fresh diesok harinya.

Jika cuti hamil kan tidak dibutuhkan semua karyawan. Namun semua orang mengalami patah hati, dan mereka butuh waktu untuk sendiri, sama saja ketika Anda sakit,” kata Miki Hiradate, CEO Hime & Company, yang perusahaannya bergerak dibidang kosmetik dan produk perempuan.

Kebijakan perusahaan Hime & Company cukup unik. Bagi karyawan yang berusia 24 tahun diberikan cuti patah hati sehari per tahun, namun mereka yang berusia 25 – 29 tahun dapat mengambil 2 hari per tahun, dan bagi mereka yang lebih tua, diberikan 3 hari per tahun.”

Miki menjelaskan alasannya. “Perempuan di usia 20-an dapat mencari pengganti cinta mereka lebih cepat, tapi hal tersebut akan lebih sulit bagi mereka yang sudah berusia 30-an. Pastinya putusnya hubungan mereka lebih menyakitkan,” demikian Miki menjelaskan kepada Reuters.

Selain cuti patah hati, perusahaan Hime & Company juga memberikan 2 hari per tahun cuti sales shopping leave ketika musim discount agar mereka bisa berbelanja. “Dulu, sebelum ada cuti ini, para karyawan perempuan biasanya mengambil waktu setengah hari ketika musim discount untuk berbelanja, tapi mereka harus menyembunyikan tas belanjaan di loker di
stasiun kereta.

Tapi sekarang dengan cuti ini, mereka tidak perlu merasa bersalah untuk membawa tas belanja mereka ke kantor, dan kita menikmati saat-saat berbelanja dan uang yang dihabiskan untuknya,

9 Tanggapan ke “Cuti “Patah Hati””

  1. Ziezie berkata

    Terima kasih

  2. PekerjaSDM berkata

    Udah ada yang nerapin seperti ini kah …? Silahkan sharing ya…

  3. Risyadmum berkata

    Usul: Cuti untuk memberi kesempatan mengisi blog :)

  4. Ting Tong berkata

    Wah..ketauan deh ini karyawan yang nyambi ngeblog ya… Mba Risyadmum juga nih..ngeblog nyambi jadi panitia KDR ya…. OOOO..OOOO…kamu ketauan… !!!

  5. Risyadmum berkata

    Oow..kamu juga kaan!
    Ting tong member PortalRd juga neh? salam kenal!

  6. ajimonoarfa berkata

    @Risyadmum,

    Setuju banget tuh kalau ada waktu untuk bisa update blog. Apalagi untuk ngadain KDR yang keudua diluar kota..lebih muaann tebbbb banggggetttt.. :)

  7. simplyah berkata

    Iya, gue juga setuju banget tuh. daripada ngantor dengan mood yang gak karuan, gak bisa fokus, dlsb, kan mending cuti ajaaaa….
    Tapi kalo keseringan patah hati kayak gue gimana ya ? :p

  8. Aji Monoarfa berkata

    @simplyah

    Silahkan diajukan aja ..tapi keatasan aja biar langsung disetujui soalnya kalau ke HR ga mungkin lah…. :)

    BTW,kalau lagi patah hati kadang sifat lupa itu membawai berkah. Bagaimana mungkin bisa happy, setelah patah hati, kalau kita tidak memiliki sifat “lupa”. Blessing in disguise…!!!

  9. novi berkata

    wah kalo setahun 10 kali patah hati=10 kali cuti dunk?…hahahahaha…asik2….sering2 patah hati ajah biar sering dapet cuti hahahahahahaha

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>